Manusia Dan Harapan
1.1 Pengertian Harapan
Harapan (harap-an) menurut kamus besar bahasa indonesia
(KBBI) harapan berasal dari kata “harap”
yang berarti mohon, minta, keinginan dan dengan ditambahkan imbuhan “-an” menjadi harapan yang berarti
sesuatu keinginan individu atau kelompok dan atau keinginan kelompok atau
individu terhadap individu atau kelompok lain.
1.2 Keterkaitan Manusia Dengan
Harapan
Manusia adalah makhluk pemimpi, yang berarti memiliki mimpi
yang ingin dijadikan kenyataan, ini bisa disebut sebagai harapan. Kata lain
harapan adalah mimpi, dan cita-cita dan setiap manusia pasti memiliki mimpi dan
atau cita-cita, mimpi yang dimaksud bukanlah mimpi saat anda sedang tidur,
melainkan mimpi yang lebih realis atau nyata, contoh ada 2 anak kecil
berpakaian putih-merah di sebuah tempat beratapkan kayu kayu bambu, dan Budi
tiba tiba berkata “seandainya negri ini tidak ada diskriminasi, pasti enak
hidup kita sekarang mir” dan Amir membalas “mimpi kamu di, mana ada dunia
seperti itu”. Setelah 10 tahun kedepan Budi menjadi presiden dan merealisasikan
mimpinya itu. Dari sini kita bisa lihat bahwa harapan itu sama dengan mimpi dan
atau cita-cita.
Tetapi harapan pun tidak hanya dari faktor dalam yang dapat
mendorong orang menjadi lebih maju, tetapi ada pula yang dari faktor luar yang
ketika terjadi memungkinkan orang tersebut gagal dalam melakukan relisasi
harapan mereka. Contoh Rizky adalah anak yang pandai dengan ilmu sejarah,
tetapi ayahnya yang seorang dokter memasukan Rizky kedalam sekolah ilmu
kedokteran. Jika Rizky tau, bahwa dia tidak akan sanggup dengan hal itu, tetapi
ia tidak berani menolak dan hanya mengiyakan perkataan ayahnya, alhasil anaknya
setelah sekian tahun tidak lulus lulus dikarenakan kekurangan dalam ilmu
berhitung Rizky. Disini kita bisa simpulkan bahwa faktor dalam yang mendorong
orang lebih maju itu lebih baik ketimbang dari faktor luar, dan tidak hanya
itu, persentase keberhasilan seseorang yang dipercayakan harapan orang lain itu
hanyalah 50% dikarekanan orang yang dipercayakan itu tidak mesti orang yang
suka akan harapan orang lain tsb.
Dari sini kita dapat simpulkan bahwa, setiap manusia pasti
memiliki harapan yang berbeda-beda, walaupun ada yang sama tapi tidak mesti
dalam 1 keluarga harapannya sama terkecuali harapannya adalah menjadi orang
sukses, dikarenakan arti sukses bagi seseorang itu relatif. Dan terkadang pula
walaupun dari faktor dalam ia memiliki harapan tetapi dari segi ekonomi dan
atau akademiknya kurang memenuhi maka orang tersebutpun 50% tidak bisa
merealisasikan harapannya.
Daftar
Pustaka
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Harapan
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/harap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar